Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah gelar ToT SatuMU untuk Perkuat Transformasi Digital Muhammadiyah.

Perkuat Transformasi Digital, Muhammadiyah Kalteng Gelar Orientasi dan ToT SatuMU

SatuMU menjadi langkah Muhammadiyah Kalteng membangun tata kelola data yang lebih tertib, terintegrasi, dan mendukung gerakan dakwah di era digital.

Oleh

Redaksi Suluh

Juni 21, 2026

Share

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah menggelar Orientasi dan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMU) se-Kalimantan Tengah di Gedung Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Tengah, Jalan Cilik Riwut Km 4,5 Nomor 74, Palangka Raya, 19–20 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti jajaran PWM Kalteng, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Tim SatuMU PP Muhammadiyah, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalteng, organisasi otonom Muhammadiyah, serta agen dan verifikator SatuMU dari 14 kabupaten/kota.

Empat perwakilan MPI PP Muhammadiyah turut hadir, yakni Bendahara MPI PP Muhammadiyah Purwana, Wakil Sekretaris I MPI PP Muhammadiyah M. Amir Nashiruddin, serta anggota MPI PP Muhammadiyah Lutfi M. Purba dan Arwan.

Ketua PWM Kalimantan Tengah, Prof Dr Ahmad Syar’i, mengatakan penguatan tata kelola data menjadi kebutuhan penting bagi organisasi modern.

Menurutnya, data yang dikelola secara baik dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan sekaligus mendukung pengembangan organisasi.

“Melalui korelasi data yang kuat dan terpusat dalam gerakan satu data ini, insyaallah Kalimantan Tengah tidak akan tertinggal secara nasional. Target-target yang telah ditetapkan harus segera kita kejar bersama,” ujar Ahmad Syar’i, Sabtu (20/6/2026).

Ia berharap peserta mengikuti ToT dengan serius sehingga sistem digitalisasi Muhammadiyah dapat diterapkan secara optimal di seluruh daerah.

“Saya berharap para peserta dapat mengikuti ToT ini dengan serius agar sistem digitalisasi kita berjalan optimal di semua daerah,” katanya.

Ahmad Syar’i menegaskan gerakan SatuMU tidak hanya berkaitan dengan administrasi organisasi. Menurutnya, sistem tersebut juga menjadi instrumen untuk memperkuat eksistensi dan pelayanan Muhammadiyah kepada masyarakat.

Karena itu, seluruh unsur Persyarikatan diharapkan memiliki kesadaran yang sama dalam membangun budaya pendataan yang tertib, akurat dan berkelanjutan.

Bendahara MPI PP Muhammadiyah, Purwana, menjelaskan SatuMU merupakan gerakan integrasi data Persyarikatan yang bertujuan menyatukan potensi warga Muhammadiyah, kader dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam satu sistem yang terhubung.

Menurut Purwana, terdapat tiga pilar utama dalam gerakan SatuMU. Pertama, sebagai gerakan persatuan yang menghubungkan seluruh elemen Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting.

Kedua, membangun satu data yang terintegrasi secara nasional untuk memetakan potensi riil warga Muhammadiyah secara lebih akurat.

Ketiga, mendukung percepatan program strategis Persyarikatan, termasuk digitalisasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan penguatan media publikasi.

“Secara nasional, sistem ini terus bergerak. Masih ada ruang besar bagi Kalimantan Tengah untuk mengoptimalkan input data warganya ke dalam sistem SatuMU,” jelas Purwana.

Ia mengatakan ToT tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk agen dan verifikator di daerah yang nantinya bertugas mengawal implementasi SatuMU.

Wakil Sekretaris I MPI PP Muhammadiyah, Amir Nashiruddin, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan untuk memperkuat tata kelola organisasi yang modern, profesional dan akuntabel.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bagian dari upaya Muhammadiyah memasuki abad kedua.

“Selain dari amanat muktamar, digitalisasi Muhammadiyah ini adalah penanda bagi Muhammadiyah memasuki abad kedua,” kata Amir.

Ia mengakui Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi Islam yang maju dan modern. Namun, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, khususnya dalam pengelolaan data, administrasi dan dokumentasi organisasi.

“Kita dikenal sebagai organisasi yang maju, modern, dan profesional. Tetapi ketika melihat ke dalam, masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam tata kelola data dan administrasi organisasi,” ujarnya.

Untuk mendukung transformasi digital tersebut, Muhammadiyah mengembangkan sejumlah platform digital, di antaranya Muhammadiyah ID yang berfungsi sebagai identitas digital tunggal warga Muhammadiyah dan terintegrasi dengan berbagai layanan organisasi, termasuk KTAM digital.

Muhammadiyah juga mengembangkan MASA atau Muhammadiyah Aisyiyah Super App sebagai ruang digital bersama bagi warga Persyarikatan dan masyarakat luas.

“MASA diharapkan menjadi ruang bersama yang mempertemukan warga Muhammadiyah dalam ekosistem digital yang produktif dan bermanfaat,” jelas Amir.

Sementara itu, Sekretaris PWM Kalimantan Tengah, Mulyono, menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas Muhammadiyah di ruang digital.

Menurutnya, masih diperlukan penguatan dalam publikasi, dokumentasi serta penyediaan konten digital yang aktif dan berkualitas.

“Di ruang digital, seperti penyediaan materi khotbah atau konten harian, kita sering kali terlambat memperbarui informasi. Ini membuktikan bahwa perangkat kita di daerah harus bergerak lebih aktif dan tidak boleh asal-asalan lagi,” tuturnya.

Mulyono mengajak seluruh peserta menyambut transformasi digital tersebut dengan optimisme.

“Mengapa kita berkumpul di forum ToT ini? Jawabannya adalah untuk bergembira. Kita harus bersyukur karena di tempat ini kita sedang dilatih untuk membawa kemajuan nyata bagi dakwah digital Muhammadiyah,” tegasnya.

PWM Kalimantan Tengah turut menyampaikan apresiasi kepada BPMP Kalimantan Tengah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Melalui Orientasi dan ToT SatuMU, PWM Kalteng berharap setiap daerah memiliki tim fasilitator dan pendamping yang mampu mengimplementasikan sistem SatuMU hingga tingkat cabang dan ranting.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola data, pelayanan anggota, administrasi organisasi dan pengembangan dakwah Muhammadiyah agar berjalan lebih efektif, akurat dan terintegrasi di era digital. (yp)

Share

Info tentang penulis:

Redaksi Suluh

Redaksi SuluhPeradaban.id | Oase Dakwah, Sejuk Mencerahkan.

Lihat artikel