Angkatan Muda Muhammadiyah Barito Utara (AMM Barut) turun melakukan aksi kemanusiaan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Kamis (24/9/2026).
Aksi tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Berbagi Masker & Madu TJ untuk Masyarakat Barito Utara”. Kegiatan dilakukan secara door to door serta menyasar sejumlah titik keramaian, di antaranya Jalan Pramuka, Stadion Swakarya, dan kawasan Siring.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Barito Utara, Muhammad Farid Ansori, mengatakan aksi tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat.
“Kabut asap karhutla yang menyelimuti Barito Utara bukan hanya urusan langit. Ini urusan napas kita bersama. Urusan anak-anak yang batuk, orang tua yang sesak, dan para pekerja yang tetap harus mencari nafkah di tengah udara yang tidak sehat,” ujar Farid.
Menurutnya, pembagian masker merupakan salah satu upaya untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan partikel berbahaya akibat asap. Sementara madu diberikan sebagai bentuk dukungan untuk menjaga kondisi tubuh dan membantu melegakan tenggorokan.
“Dua-duanya bukan obat penyembuh asap. Tapi keduanya adalah bentuk cinta dan tanggung jawab kami sebagai generasi muda Muhammadiyah untuk saling melindungi,” katanya.
Farid mengimbau masyarakat tidak menganggap remeh kondisi kabut asap dan tetap menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.
Ia meminta masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
“Mari jangan anggap remeh asap. Walau terlihat tipis, partikelnya berbahaya. Tetap gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” terangnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan yang berpotensi memperparah kondisi karhutla dan kabut asap.
“Jangan membakar sampah atau lahan. Satu puntung rokok dan satu korek api bisa jadi bencana bagi ribuan orang,” tegasnya.
Ia mengatakan, para kader muda Muhammadiyah mungkin tidak dapat secara langsung menurunkan hujan untuk mengatasi karhutla. Namun, kepedulian kepada masyarakat dapat terus dilakukan melalui aksi nyata.
“Kami, para kader muda, mungkin tidak bisa menurunkan hujan. Tapi kami bisa menjadi hujan kebaikan yang menyejukkan sesama,” ungkapnya.
Farid juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, donatur, relawan, dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap aksi kemanusiaan itu dapat memperkuat kepedulian sosial dan ukhuwah di tengah masyarakat Barito Utara.
“Mari terus berdoa, Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna. Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat untuk kami,” tutupnya.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan Pemuda Muhammadiyah Barito Utara, Nasyiatul ‘Aisyiyah Barito Utara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Barito Utara, serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Barito Utara.

