Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalteng, Mualimin.

Media Muhammadiyah Perlu Berubah dari Corong Menjadi Radar Masyarakat

Tidak hanya menyampaikan informasi, Media Muhammadiyah juga harua bisa menangkap persoalan masyarakat dan menjadi ruang aspirasi publik.

Oleh

Muhamad Syahrial Adri

September 27, 2026

Share

Media Muhammadiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dinilai perlu memperluas fungsi media, tidak hanya sebagai sarana menyampaikan informasi, tetapi juga untuk menangkap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalteng, Mualimin mengatakan, perkembangan media baru telah menghadirkan arus informasi politik yang sangat deras. Masyarakat kini tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut memproduksi dan menyebarkannya.

Namun, derasnya informasi tersebut juga menghadirkan tantangan. Tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya dan kondisi ini berpotensi memunculkan polarisasi di tengah masyarakat.

“Media sosial membuat masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memproduksi dan menyebarkannya. Karena itu, kemampuan untuk memilah dan memverifikasi informasi menjadi penting,” ujar Mualimin, dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Ia menjelaskan, persoalan tersebut semakin kompleks dengan adanya algoritma media sosial. Konten yang sering dikonsumsi atau disukai pengguna cenderung kembali direkomendasikan.

Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih sering menerima informasi yang sesuai dengan pandangannya sendiri dan semakin jarang menemukan sudut pandang yang berbeda.

Menurut Mualimin, yang juga merupakan mahasiswa S3 New Media and Religion Sakarya Üniversitesi Türkiye, meyebut kondisi tersebut dikenal sebagai filter bubble. Muhammadiyah dan AMM perlu meresponsnya dengan menghadirkan informasi yang faktual, berimbang, serta membuka ruang terhadap berbagai perspektif.

“Literasi media bukan hanya soal memahami isi informasi. Masyarakat juga harus kritis, mempertanyakan informasi, dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” katanya.

Mualimin juga menekankan agar media sosial di lingkungan organisasi kepemudaan Muhammadiyah tidak hanya digunakan untuk mempublikasikan kegiatan. Media, kata dia, dapat menjadi bagian dari kerja advokasi dan sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Media bukan hanya sebagai corong, tetapi juga sebagai radar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, media sebagai corong berfungsi menyampaikan informasi dan membangun kesadaran publik. Sementara media sebagai radar berfungsi menangkap persoalan yang berkembang di masyarakat. Persoalan tersebut kemudian dapat ditelaah, diverifikasi, dan diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi publik.

Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan media baru diharapkan tidak berjalan satu arah. AMM tidak hanya menyampaikan gagasan kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan persoalan publik sebagai dasar untuk merespons berbagai isu yang berkembang. (sa/yp)

Share

Info tentang penulis:

Muhamad Syahrial Adri

Ketua Umum PC IMM Pulang Pisau. Menaruh perhatian pada isu sosial, agama, dan kaum-kaum marginal.

Lihat artikel