Ketua LazisMu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani.

Muhammadiyah Kalteng Bergerak Tangani Karhutla, 482 Titik Api Berhasil Dipadamkan

Muhammadiyah Kalteng mengerahkan relawan melalui OMOR untuk menangani karhutla sekaligus membantu warga dan petugas terdampak kabut asap.

Oleh

Ikbal Reza Rismanto

September 27, 2026

Share

Muhammadiyah Kalimantan Tengah melalui gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR), mengoperasikan sejumlah layanan, mulai dari rumah oksigen, pemadaman karhutla, pembagian masker, distribusi air bersih hingga dukungan bagi relawan dan petugas pemadam.

Ketua LazisMu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, mengatakan penanganan karhutla dilakukan bersama MDMC dan unsur Muhammadiyah lainnya melalui skema OMOR.

“Semangatnya One Muhammadiyah One Response. Pembagian tugas dilakukan melalui Pos Koordinasi (Poskor) yang kemudian mengarahkan pelayanan kepada Pos Pelayanan (Posyan),” ujar Fitriani, dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Layanan tersebut dijalankan melalui sejumlah posko dan posyan di beberapa wilayah, di antaranya Palangka Raya, Puruk Cahu, Kotawaringin Timur, Sampit dan Katingan.

Berdasarkan data respons Muhammadiyah Kalteng periode 18 Agustus hingga 18 September 2026, relawan Muhammadiyah telah melakukan pemadaman di 482 titik sumber kebakaran di Palangka Raya dan Sampit.

Selain itu, pembagian masker telah menjangkau 39.577 penerima manfaat. Dukungan nutrisi diberikan kepada 12.498 relawan dan petugas pemadam, sementara distribusi air bersih mencapai 26.200 liter. Untuk layanan kesehatan, Rumah Singgah Oksigen telah melayani 352 orang yang membutuhkan.

Namun, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala. Selain krisis air, pemadaman listrik bergilir dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) turut mengganggu operasional relawan. Kondisi tersebut membuat layanan Rumah Singgah Oksigen dan kegiatan pemadaman belum dapat berjalan secara maksimal.

“Saat kemarau berkepanjangan ini, selain karhutla Kalimantan Tengah bukan hanya krisis air, tetapi juga krisis listrik akibat pemadaman bergilir sehingga Rumah Oksigen belum bisa maksimal dibuka. Ditambah lagi krisis BBM juga menjadi kendala untuk menjalankan mobil relawan yang turun ke lapangan,” katanya.

LazisMu bersama MDMC dan unsur Muhammadiyah lainnya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjaga kesehatan selama kondisi karhutla dan kabut asap masih berlangsung.

Muhammadiyah Kalteng juga berencana melibatkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ‘Aisyiyah Kalteng untuk mendukung upaya penegakan hukum terkait kasus pembakaran hutan dan lahan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk tidak hanya menangani dampak karhutla, tetapi juga mendorong pencegahan dan penanganan persoalan secara lebih menyeluruh. (ir/yp)

Share

Info tentang penulis:

Ikbal Reza Rismanto

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah. Aktif di dunia pendidikan, kerelawanan, dan kegiatan alam, dengan perhatian pada isu hukum, sosial, serta lingkungan.

Lihat artikel