Kegiatan pelatihan pembuatan mie berbahan dasar ubi jalar ungu Nasyiatul Aisyiyah Pahandut, Rabu (19/8/2026).

Nasyiatul Aisyiyah Pahandut Latih Kader Olah Ubi Jalar Ungu Jadi Mie

Mendorong kader mengembangkan pangan lokal menjadi produk sehat bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi perempuan.

Oleh

Mellawen

September 27, 2026

Share

Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Pahandut menggelar pelatihan pembuatan mie berbahan dasar ubi jalar ungu sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis potensi pangan lokal, Rabu (19/8/2026).

Berkolaborasi dengan tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Palangka Raya, kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah (PWNA Kalteng), Nur Annisa, mengatakan pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui penguatan wawasan, tetapi juga perlu diarahkan pada kemandirian ekonomi.

“Pemberdayaan perempuan dalam gerakan Nasyiatul Aisyiyah tidak cukup hanya berfokus pada penguatan wawasan saja, melainkan harus menyentuh kemandirian ekonomi,” ujar Nur Annisa.

Menurutnya, pelatihan tersebut juga berkaitan dengan ketahanan keluarga, khususnya dari sisi gizi. Peserta diajak mengolah ubi jalar ungu menjadi makanan yang sehat dan kaya serat sehingga dapat menjadi alternatif menu bagi keluarga.

Pelatihan ini berangkat dari upaya PCNA Pahandut menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan kader muda, khususnya perempuan. Ubi jalar ungu dipilih karena merupakan salah satu bahan pangan lokal yang cukup mudah ditemukan di Kalimantan Tengah.

Selama ini, ubi jalar lebih banyak diolah dengan cara direbus atau digoreng. Melalui pelatihan tersebut, bahan pangan lokal itu dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi usaha rumahan.

Sebagai informasi, selain kader PCNA Pahandut dan PDNA Kota Palangka Raya, pelatihan diikuti kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), mahasiswa hingga masyarakat umum.

Peserta tidak hanya belajar membuat mie berbahan ubi jalar ungu, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dasar kewirausahaan, mulai dari pemilihan bahan, pengemasan, pemasaran hingga pengelolaan modal dan keuangan usaha.

Pelatihan tersebut juga memberikan alternatif menu sehat bagi keluarga, terutama anak-anak yang cenderung kurang menyukai ubi dalam bentuk olahan sederhana.

PWNA Kalteng bersama PCNA Pahandut berencana melanjutkan program tersebut melalui pendampingan bagi kader yang ingin merintis usaha mandiri. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan komunitas wirausaha kader.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk UPR, juga akan diperkuat untuk mendukung pengembangan usaha dan legalitas produk.

Pendampingan nantinya mencakup pengurusan sertifikasi halal dan izin PIRT agar produk olahan kader dapat dipasarkan secara lebih luas. (mn/yp)

Share

Info tentang penulis:

Mellawen

Anggota Bidang Dakwah PWNA Kalimantan Tengah. Menaruh perhatian pada isu pendidikan dasar, dakwah komunitas, pemberdayaan perempuan, dan literasi anak. Di luar aktivitas organisasi, sehari-hari bertugas sebagai Dosen Tetap Yayasan di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Lihat artikel