Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah (PWPM Kalteng) mendorong generasi muda agar lebih kritis dalam menyikapi perkembangan informasi dan teknologi digital
Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalteng, Yoan Pramoga, mengatakan Pemuda Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat.
“Pemuda Muhammadiyah tentunya memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat, sekaligus mengedukasi generasi muda agar kritis terhadap berbagai isu, tidak mudah percaya hoaks, dan ikut terlibat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujar Yoan dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026) malam.
Menurutnya, media sosial menjadi salah satu ruang utama bagi generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, dalam memperoleh informasi.
Karena itu, Pemuda Muhammadiyah perlu hadir dengan konten yang kreatif, edukatif, dan relevan agar pesan dakwah serta aktivitas organisasi dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas.
“Media sosial sangat penting karena menjadi ruang utama generasi muda hari ini dalam mengakses informasi. Pemuda Muhammadiyah harus hadir dengan konten dakwah dan informasi yang kreatif, edukatif, dan relevan,” katanya.
Selain melalui media digital, PWPM Kalteng juga mendorong keterlibatan anak muda melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.
Kegiatan tersebut antara lain pelatihan jurnalistik, peningkatan kompetensi kebencanaan, serta kegiatan yang berkaitan dengan ekologi dan lingkungan.
“Kegiatan yang mungkin bisa menarik anak muda antara lain seperti pelatihan jurnalistik yang baru-baru ini kita laksanakan, juga kegiatan dalam rangka meningkatkan kompetensi kebencanaan dan ekologi,” jelasnya.
Ia menilai, anak muda perlu diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pada intinya, yang terpenting adalah anak muda diberi ruang untuk belajar, berkarya, memimpin, dan terlibat langsung dalam kegiatan yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Yoan berharap generasi muda Muhammadiyah tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan memanfaatkannya secara positif.
“Kami tentunya berharap agar generasi muda Muhammadiyah mampu menjadi pengguna sekaligus pencipta teknologi yang baik dan beretika. Teknologi harus dimanfaatkan untuk dakwah, pendidikan, kreativitas, dan kegiatan sosial, tanpa kehilangan nilai keislaman, kepedulian terhadap masyarakat, dan jati diri kita sebagai warga Muhammadiyah,” tutupnya. (hn/yp)

