Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mulai dirasakan masyarakat, terutama akibat kabut asap yang memengaruhi kondisi kesehatan. Melihat kondisi tersebut, Muhammadiyah Kalimantan Tengah mengaktifkan Posko Koordinasi (Poskor) Karhutla sejak 18 Agustus 2026.
Poskor yang dikoordinasikan Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (LRB/MDMC) bersama Lazismu Kalteng itu tidak hanya mengoordinasikan pos pelayanan Muhammadiyah di sejumlah daerah.
Poskor juga membuka sejumlah layanan untuk membantu masyarakat dan relawan yang terdampak karhutla.
Sekretaris LRB/MDMC PWM Kalteng, Evan Bastian, mengatakan layanan yang disiapkan antara lain rumah singgah oksigen, mobil oksigen, dukungan pemadaman, hingga distribusi nutrisi bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, rumah singgah oksigen menjadi salah satu layanan yang mulai banyak dimanfaatkan masyarakat.
“Salah satu layanan yang mulai banyak dimanfaatkan masyarakat adalah rumah singgah oksigen. Hingga saat ini, jumlah warga yang datang terus meningkat dan tercatat sudah sekitar 30 orang,” ujar Evan, Senin (31/8/2026).
Ia mengatakan sebagian warga yang datang mengeluhkan sesak napas akibat kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.
Bahkan, terdapat warga yang datang dalam kondisi kurang baik sehingga tim medis Muhammadiyah merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
“Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dampak kabut asap mulai dirasakan masyarakat. Berdasarkan informasi yang diterima dari RSI PKU Muhammadiyah, dalam tiga bulan terakhir kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan sekitar 10 persen,” katanya.
Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, Rumah Singgah Oksigen Muhammadiyah dibuka di Kantor Sekretariat LRB/MDMC PWM Kalteng, Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono Km 1,5, Palangka Raya.
Rumah singgah tersebut memiliki kapasitas tiga tempat tidur pasien dan didukung tiga unit tabung oksigen.
Muhammadiyah Kalteng masih berupaya menambah ketersediaan tabung oksigen agar layanan dapat menjangkau lebih banyak warga yang terdampak kabut asap.
“Rumah singgah tersebut saat ini memiliki kapasitas tiga bed pasien dan didukung tiga unit tabung oksigen. Muhammadiyah Kalteng masih berupaya menambah ketersediaan tabung oksigen agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak warga yang terdampak kabut asap,” lanjut Evan.
Selain di Jalan RTA Milono, layanan rumah singgah oksigen juga tersedia di Jalan Damang Batu. Fasilitas tersebut dikelola LRB/MDMC Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Palangka Raya.
Evan mengatakan keberadaan Poskor Karhutla Muhammadiyah diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla sekaligus mendukung relawan yang berada di lapangan.
“Keberadaan Poskor Karhutla Muhammadiyah diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla, sekaligus mendukung para relawan yang berada di lapangan dalam upaya penanganan kebakaran,” ungkapnya.
Melalui Poskor tersebut, Muhammadiyah Kalteng berupaya mengintegrasikan layanan kemanusiaan, dukungan kepada relawan, serta koordinasi pos pelayanan di daerah selama kondisi karhutla dan kabut asap masih berlangsung. (yp)

