Gambar Ilustrasi.

Menjemput Akhir Hayat dengan Senyuman

Bagaimana mungkin seseorang bisa tersenyum di saat-saat paling menegangkan, yaitu sakaratul maut?

Oleh

Ihsan MZ

September 25, 2026

Share

Oleh : Dr. Ihsan MZ, M.Psi*

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah SWT.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Selawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan Nabi besar kita, Muhammad SAW.

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT.

Seorang bijak pernah menitipkan untaian hikmah yang sangat mendalam untuk kita renungkan bersama:

“Ketika engkau dilahirkan dari rahim ibumu, engkau disambut dengan tawa dan kegembiraan, sedangkan engkau memulai kehidupan ini dengan jeritan tangis. Maka, berusahalah agar engkau bisa tertawa dan tersenyum ketika mengakhiri hidupmu di dunia ini, tatkala malaikat maut menjemputmu, sedangkan orang-orang di sekelilingmu menangisi kepergianmu.”

Kalimat ini mengingatkan kita tentang hakikat awal dan akhir kehidupan manusia. Kita lahir ke dunia ini tidak membawa apa-apa selain tangisan. Namun, lingkungan di sekitar kita—orang tua, keluarga, dan kerabat—menyambut kita dengan senyuman dan kebahagiaan yang luar biasa.

Tugas besar kita sebagai seorang Muslim adalah membalikkan keadaan itu di akhir hayat kita. Kita ingin, ketika ajal menjemput, giliran kita yang tersenyum bahagia, sementara orang-orang yang kita tinggalkan menangis karena merasa kehilangan sosok yang saleh dan bermanfaat.

Jamaah yang berbahagia,

Bagaimana mungkin seseorang bisa tersenyum di saat-saat paling menegangkan, yaitu sakaratul maut? Jawabannya ada dalam Al-Qur’an surah Fushshilat ayat 30. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan kepadamu’.”

Orang-orang yang istiqamah dalam iman dan amal saleh akan disambut oleh malaikat maut dengan kabar gembira. Ketakutan mereka akan masa depan (akhirat) dihilangkan, dan kesedihan mereka meninggalkan dunia dihapuskan. Mereka diperlihatkan tempat duduknya di surga, sehingga kerinduan untuk bertemu Allah membuat mereka tersenyum di akhir hayatnya (Husnul Khatimah).

Rasulullah Saw. juga bersabda dalam sebuah hadis:

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“ Barangsiapa suka berjumpa dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, Allah juga membenci perjumpaan dengannya”. (HR. Muslim)

Jamaah Shalat Jumat yang Berbahagia,

Untuk mencapai akhir hidup yang indah tersebut, ada tiga ikhtiar utama yang harus kita bangun sejak saat ini:

  • Menjaga Keistiqamahan Iman: Latihlah diri untuk konsisten dalam beribadah, meskipun kecil, karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu.
  • Memperbanyak Amal Jariyah: Tebarlah kebaikan yang manfaatnya terus mengalir, sehingga ketika kita wafat, pahala tetap mengalir dan kebaikan kita selalu dikenang.
  • Bertaubat Setiap Hari: Jangan menunda taubat, karena kita tidak pernah tahu kapan giliran kita akan dipanggil oleh-Nya.

Maka dari itu, mari kita renungkan: Akankah kita menjadi orang yang tersenyum saat berpulang? Ataukah kita justru menangis ketakutan karena menyadari bekal yang kita bawa sangatlah sedikit?

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Jamaah yang Dirahmati Allah Swt.,

Mari kita manfaatkan sisa umur yang Allah berikan ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita hiasi hari-hari kita dengan amal saleh, agar kelak saat kain kafan telah membungkus tubuh kita, wajah kita memancarkan kedamaian dan senyuman kebahagiaan karena bersiap menemui Sang Pencipta.

Marilah kita berdoa kepada Allah SWT, memohon agar dianugerahi akhir hidup yang Husnul Khatimah.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا أَوَاخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ لِقَائِكَ.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
اَللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ، وَلاَ تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِسُوْءِ الْخَاتِمَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Dr. Ihsan MZ, M.Psi. Wakil Ketua Bidang Pendidikan & Kaderisasi PW Pemuda Muhammadiyah Kalteng Periode 2023-2027. Akademisi UIN Palangka Raya.

Share

Info tentang penulis:

Ihsan MZ

Seorang dosen dan peneliti yang berminat pada studi Psikologi Islam dan Konseling Islam. Wakil Ketua Pendidikan dan Kaderisasi Pemuda Muhammadiyah Kalteng 2023-2027. Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng.

Lihat artikel