Wakil Sekretaris Bidang Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi PWPM Kalteng, Suhendra Iswahyudi.

Ketika Popularitas Bukan Lagi Tujuan, Ini Arah Digitalisasi Pemuda Muhammadiyah Kalteng

Pemanfaatan media digital tidak boleh hanya berorientasi pada popularitas atau konsumsi konten sesaat.

Oleh

Nazmi Intan Kiaji

September 27, 2026

Share

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah (PWPM Kalteng) terus memperkuat kaderisasi berbasis digital sebagai upaya mencetak generasi muda yang tangguh, beretika, dan berdampak bagi masyarakat.

Wakil Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi PWPM Kalteng, Suhendra Iswahyudi, mengatakan saat ini organisasi memfokuskan gerakan pada penguatan kaderisasi, baik formal maupun nonformal.

Salah satu program yang dijalankan adalah Pelatihan Jurnalistik Dakwah yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader muda di bidang media dan komunikasi.

“Pelatihan Jurnalistik Dakwah ini memberikan ruang bagi pemuda yang memiliki minat, potensi, dan semangat untuk belajar sekaligus berkontribusi nyata,” ujar Suhendra saat diwawancarai di Palangka Raya, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, pemanfaatan media digital tidak boleh hanya berorientasi pada popularitas atau konsumsi konten sesaat.

PWPM Kalteng menerapkan pola pembinaan yang dimulai dari kaderisasi, penguatan literasi, keterampilan jurnalistik, produksi konten, publikasi, dakwah, hingga mendorong perubahan sosial.

“Setiap narasi dan karya yang dipublikasikan harus memberikan manfaat. Media tidak hanya menjadi ruang dokumentasi kegiatan, tetapi juga sarana dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Selain penguatan literasi digital, PWPM Kalteng juga terus mendorong peningkatan kapasitas pemuda melalui kegiatan sosial dan dakwah kepemudaan.

Menurut Suhendra, berbagai potensi anak muda perlu difasilitasi agar dapat melahirkan gerakan yang inklusif, kreatif, dan solutif.

Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi peserta atau objek kegiatan, tetapi harus dilibatkan dalam setiap proses gerakan.

“Prinsipnya, kami tidak ingin pemuda hanya menjadi objek kegiatan, tetapi menjadi subjek yang ikut merancang, menjalankan, dan mengembangkan gerakan,” tegasnya.

Suhendra menambahkan, kolaborasi lintas sektor juga menjadi hal penting dalam penguatan gerakan kepemudaan, baik dengan komunitas, organisasi, lembaga pendidikan, maupun pemerintah.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak anak muda yang berani mengambil peran dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan sekitarnya. (nik/yp)

Share

Info tentang penulis:

Nazmi Intan Kiaji

Mahasiswa S1 Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Lihat artikel