Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Dr Junaidi.

Mahasiswa UMPR Jalani Perkuliahan Jarak Jauh, Junaidi: Dosen Harus Membuat Pembelajaran Lebih Menarik

Materi perkuliahan dapat diselingi video, sesi tanya jawab, kuis maupun contoh kasus agar mahasiswa tetap aktif.

Oleh

Muhammad Akmal Firdaus

September 26, 2026

Share

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas mahasiswa, termasuk proses perkuliahan tatap muka di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR).

Kaprodi Ilmu Komunikasi UMPR, Dr Junaidi, mengatakan kondisi udara akibat kabut asap memberikan dampak terhadap proses belajar-mengajar mahasiswa.

“Untuk proses belajar-mengajar, kabut asap menjadi kendala tersendiri, terutama untuk bertatap langsung dengan mahasiswa dan menyampaikan proses belajar-mengajar,” ujar Junaidi, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, kabut asap juga mengganggu kenyamanan mahasiswa saat melakukan perjalanan menuju kampus. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

PJJ dinilai dapat mengurangi aktivitas mahasiswa di luar rumah sekaligus membantu menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.

Namun, pembelajaran daring memiliki keterbatasan. Interaksi dalam pembelajaran tatap muka tidak hanya berlangsung melalui komunikasi verbal, tetapi juga melibatkan pandangan mata, gestur dan ekspresi yang sulit sepenuhnya digantikan secara daring.

“Kalau idealnya memang harus bertemu langsung. Tetapi karena kondisi yang ada, maka dilakukan dengan PJJ,” katanya.

Meski demikian, Junaidi menilai PJJ tetap dapat berjalan efektif jika dosen mampu membuat pembelajaran lebih menarik. Materi perkuliahan dapat diselingi video, sesi tanya jawab, kuis maupun contoh kasus agar mahasiswa tetap aktif.

Selain proses akademik, kesehatan mahasiswa juga menjadi perhatian. Mahasiswa diminta disiplin menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama mereka yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma.

“Yang pertama, mahasiswa menjaga diri sendiri dulu. Disiplin menggunakan masker,” jelasnya.

Junaidi menambahkan, jika kabut asap berlangsung berkepanjangan, dampaknya dapat meluas terhadap kenyamanan belajar, interaksi dosen dan mahasiswa hingga aktivitas akademik lainnya.

Karena itu, mahasiswa diharapkan tetap mengikuti perkuliahan meski dilakukan dari rumah serta menjaga kesehatan selama kondisi udara masih buruk.

“Menjaga diri sendiri dulu, kemudian keluarga dan lebih luas lagi ikut berperan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (af/yp)

Tags:

Share

Info tentang penulis:

Muhammad Akmal Firdaus

Muhammad Akmal Firdaus merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya yang memiliki minat di bidang jurnalistik, penulisan, dan komunikasi digital.

Lihat artikel