Perkembangan media digital mendorong Muhammadiyah terus beradaptasi dalam menyampaikan dakwah dan gagasan Islam Berkemajuan. Perubahan pola komunikasi masyarakat membuat ruang digital semakin penting sebagai sarana dakwah sekaligus komunikasi publik.
Wakil Ketua Bidang Media dan Informasi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah (PWPM Kalteng), Achmad Zaki Abrori, mengatakan transformasi dakwah digital di tingkat pusat telah berjalan cukup baik.
Menurutnya, pola tersebut perlu disesuaikan dengan karakter masyarakat di masing-masing daerah.
“Platform digital sudah dipandang sebagai bagian penting dalam menyampaikan gagasan dan nilai-nilai Muhammadiyah. Tinggal bagaimana hal tersebut kemudian bisa diikuti dan disesuaikan oleh struktur di bawahnya,” ujar Zaki dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Sebagai bentuk adaptasi, PWPM Kalteng menghadirkan SuluhPeradaban.id sebagai ruang penyampaian informasi, gagasan, dan dakwah.
Kehadiran media tersebut diharapkan dapat membuat pesan Muhammadiyah lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di ruang digital.
Zaki mengatakan, tantangan dakwah saat ini tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membuatnya relevan bagi generasi muda tanpa menghilangkan substansi.
Karena itu, kemampuan komunikasi dan jurnalistik dinilai penting agar kader mampu mengolah isu, melakukan verifikasi, dan menyajikannya dalam narasi yang menarik.
“Kita tetap perlu memiliki nilai dan prinsip, tetapi cara menyampaikannya harus terus berkembang,” jelasnya.
Di tengah derasnya arus informasi, Zaki juga menekankan pentingnya akurasi dalam menghadapi hoaks dan konten keagamaan yang belum terverifikasi.
“Di ruang digital, kecepatan memang penting, tetapi akurasi jauh lebih penting. Kader perlu memiliki kebiasaan melakukan verifikasi sebelum menyampaikan atau meneruskan sebuah informasi,” katanya.
Melalui SuluhPeradaban.id dan Pelatihan Jurnalistik Dakwah, PWPM Kalteng mendorong kader tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi narasi yang informatif, mencerahkan, dan bertanggung jawab.
Menurut Zaki, penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi digital Muhammadiyah di Kalimantan Tengah.
“Peluncuran SuluhPeradaban.id bukan sekadar membuat satu platform media baru. Kami ingin membangun ekosistem kecil di lingkungan Pemuda Muhammadiyah Kalteng, tempat kader bisa belajar memproduksi informasi dan gagasan secara lebih terarah,” tutupnya. (ha/yp/yn)

